#wisata

7 Dasar-Dasar Mendokumentasikan Perjalanan Anda

Jangan Biarkan Kenangan Perjalanan Anda Menguap Begitu Saja Setelah Anda Sampai di Rumah

7 Dasar-Dasar Mendokumentasikan Perjalanan Anda

Salah satu kesalahan terbesar dalam bepergian adalah beranggapan Anda \"tidak akan pernah lupa\" momen atau perasaan tertentu. Mulai dari meluncur dari pesawat untuk skydiving, hingga berenang di air terjun di bawah terang bulan, sampai kehebohan berjalan-jalan malam hari di Khao San Road, atau langkah terakhir pada ¾ Kilimanjaro, dan sejuta kenangan lain di antaranya. Besar dan kecil, epik atau halus.

Pertanyaannya adalah, bagaimana kita mendokumentasikan dan mengamankan pengalaman selama perjalanan ini, bukan hanya berbagi dengan orang lain namun juga dengan kita sendiri? Ada beberapa cara yang mudah untuk melakukannya di setiap perjalanan untuk mendokumentasikan dan mengamankan detail, kenangan, serta pengalaman penting sehingga perjalanan Anda tak akan lekang oleh waktu walau Anda telah kembali ke rumah.

1. JADILAH SEORANG JURNALIS: Bawa buku catatan

Kredit foto: João & Raquel

Buku catatan adalah benda yang sangat diperlukan dalam tas pelancong. Manfaatkan setiap saat untuk mencatat ke mana Anda pergi, kapan, dengan siapa, dan apa yang Anda lakukan.

Buat catatan setiap hari sehingga Anda tidak perlu repot-repot mengingat nama makanan, atau nama orang yang ada di foto Anda atau danau apa yang Anda singgahi.

Kiat: Upayakan buku tetap tipis dan ringan, dan bawa buku catatan baru pada setiap perjalanan bukan hanya agar tetap teratur rapi, tetapi juga agar catatan Anda yang lama tetap aman dan menghemat ruang.

2. Bawa buku tempel

Kredit foto: Danny Hope

Tapi bukan buku tempel tua milik nenek Anda. Maksud saya sesuatu— apa pun — yang berisi informasi yang Anda ambil sepanjang perjalanan. Bisa berupa folder, atau kantung Ziploc. Tetapi setiap kali Anda mengambil informasi, simpan semuanya di tempat yang sama. Simpan pamflet, kartu nama, kuitansi dan banyak benda lain dari losmen, restoran, tempat wisata, dan tempat bisnis yang Anda kunjungi.

Dengan begini Anda mulai membuat katalog tentang tempat yang pernah Anda datangi dan dapat dengan mudah mengakses situs web, email, dan situs media sosial untuk mencari tempat-tempat ini. Ditambah lagi, sudah tersedia penulisan yang benar dan nama yang tepat.

Kiat: Buat catatan di kartu — terutama catatan pribadi yang Anda kumpulkan dari orang-orang — seperti tentang bagaimana dan di mana Anda bertemu mereka, dan apakah atau mengapa Anda ingin menghubunginya. Kalau bisa, ambil gambar dengan atau dari orang tersebut dan catatan nomor file pada kamera di kartu tersebut.

3: JADILAH FOTOGRAFER: Tangkap nuansa suatu tempat

Kredit foto: Kate Siobhan

Mendokumentasikan suatu tempat yang sebenarnya sungguh memerlukan lebih dari sekadar mengambil beberapa gambar di jalanan. Apa yang membangkitkan nuansa suatu tempat? Yang paling mudah, aktivitas yang dilakukan di luar ruangan, di jalanan — seperti pasar yang ramai, hingga petani yang sedang meladang, dan perempuan yang sedang menyunggi kendi warna-warni berisi air di atas kepalanya. Tanyakan diri Anda, kejadian apa saja yang Anda ingat dan paling berkesan lalu cobalah untuk menangkap beberapa momen tersebut. Beberapa hal berikut patut dipertimbangkan jika Anda ingin melakukannya:

Cari hal-hal yang benar-benar menegaskan tempat Anda berada. Nuansa tempat dibangun pada beberapa lapisan budaya: orang-orang, gerakan, makanan, aroma, warna, pakaian, musik, dan masih banyak lagi. Anda dapat mengisolasi beberapa hal ke dalam suatu gambar, Anda dapat mulai memperlihatkan kepada orang lain seperti apa tempat itu sesungguhnya.

Kiat: Menghormati penduduk setempat adalah faktor yang amat penting dalam proses ini. Apabila Anda mendapatkan tatapan atau perasaan yang tidak nyaman, berhentilah, dan coba lagi di jalanan yang lain atau dari sudut pandang lain.

4. Dokumentasikan orang

Kredit foto: Kate Siobhan

Ini mungkin merupakan hal terberat untuk dilakukan bagi kebanyakan orang. Kami merasa amat gugup saat mendekati orang, namun seringkali jika Anda tersenyum, bersikap sopan, dan berkeinginan untuk memperlihatkan foto tersebut kepada mereka, Anda akan berhasil melakukannya. Aturan utamanya adalah: Selalu tanyakan terlebih dahulu. Semudah Anda mengangkat kamera Anda dan mengatakan, \"Foto?\" yang dipahami oleh semua bahasa. Apabila diharuskan, berikut adalah beberapa kiat cepat:

Kiat: Jika merasa ragu, potretlah beberapa jenis foto berbeda (close up, pulled back, midway) dan putuskan nanti.

5. Dokumentasikan detail

Kredit foto: Kate Siobhan

Detail-detail kecil adalah hal yang cepat Anda lupakan nantinya. Hal-hal yang disertakan:

Kiat: Belajarlah untuk melihat detail dengan berjalan-jalan secara khusus untuk melihat sekeliling (tanpa tujuan, bisa ke mana saja). Cari saja. Perhatikan detail-detail ini dan kembalilah kemudian untuk mencoba mengambil beberapa gambar.

6. JADILAH PENDONGENG: Jurnal

Kredit foto: Aya Padron

Ini tidak sama dengan buku catatan. Jurnal adalah tempat Anda menyimpan pengalaman pribadi sepanjang perjalanan. Luangkan waktu untuk merenung dan memroses. Tulislah pertanyaan, pemikiran, harapan, perkembangan, kemenangan, kegembiraan, keinginan Anda, dan masih banyak lagi.

Kiat: Kerjakan sendiri dan beri waktu untuk Anda sendiri. Anda akan berterima kasih kepada diri Anda sendiri nantinya.

7. Berbagi

Kredit foto: Lucas Jans

Baik tujuan Anda adalah membuat artikel, serangkaian postingan blog, Facebook atau salindia bergaya lama di ruang tamu Anda, Anda punya kisah untuk diceritakan. Anda pergi, Anda melihat, Anda merasakan. Dengan mendokumentasikan perjalanan dari begitu banyak sudut, Anda akan memiliki begitu banyak bahan untuk diambil guna membantu Anda mewarnai gambar perjalanan Anda dengan lengkap dan deskriptif.

Pada perjalanan Anda berikutnya, pastikan untuk mendokumentasikan dengan baik seperti seorang profesional dan Anda akan benar-benar dapat memindahkan diri Anda sendiri — dan orang lain yang Anda ajak bersama Anda — kembali ada di sana bersama Anda.




Pinterest Tumblr

Kate Siobhan

Kate Siobhan adalah penulis dan fotografer yang tinggal di Vancouver, ia juga menjadi editor kontributor di Matador dan mengajar kelas fotografi di MatadorU.
Baca Selengkapnya

Kiat perjalanan apakah yang Anda miliki yang tidak ada di dalam daftar?



Bagikan Cerita Anda Instagram

Gunakan hashtag #sandiskstories untuk mendapatkan kesempatan dijadikan unggulan.

Daftarkan diri untuk penawaran spesial!

Dapatkan penawaran khusus dan kiat fotografi dari SanDisk.