#wisata

Yang Tak Terduga Itu Yang Tak Terlupakan

Kenangan Perjalanan Favorit dari Seluruh Dunia

Yang Tak Terduga Itu Yang Tak Terlupakan

 

 

Kilat menerobos di sepanjang langit Belize nan biru, menerangi dunia selama sepersekian detik, cukup untuk menunjukkan kalau kita belum dekat dengan pantai. Saya berteriak di tengah nyaringnya gemuruh angin dan tetesan hujan yang tipis namun tajam menyengat pedih di wajah kami: “Bertahan, anak-anak!”

Jadi dimulailah salah satu kenangan perjalanan favorit saya. Benar, bukan terburuk, bukan terseram — favorit. Ya, saya bertugas mengawasi sepuluh remaja dalam perjalanan relawan ke Amerika Tengah, dan ya kami terjebak dalam perahu yang tidak muat, dalam badai parah, di tengah malam. Dan ya, kenangan ini berharga bagi saya.

Saya banyak memikirkan sepanjang minggu cari tahu alasannya. Faktor apa saja yang mengubah momen jalanan menjadi status tak “terlupakan”? Apa yang membuat momen tertentu lebih menonjol?

Itu pertanyaan rumit tanpa satu jawaban yang benar, jadi saya tanyakan kepada staf Matador, siswa dan blogger wisata, coba memahami apa yang membuat momen jadi kenangan tak terlupakan. Jawabannya mulai dari kamar hotel keren, rencana yang tertib atau tidur yang nyenyak. Tapi kebalikannya: rencana tak pasti, tak terduga, tak diketahui. Apa pun detail kenangannya, masing-masing berkutat di seputar kesadaran kita tentang betapa kecilnya tempat berharga kita itu di jagat raya — yaitu, momen di tempat yang kita benar-benar merasa hidup.

Jadi mengapa salah satu kenangan favorit saya adalah tentang sepuluh cewek ketakutan karena terjebak dalam badai di perahu besi yang kecil? Karena saat saya berbalik dan berteriak untuk memastikan kondisi mereka, saya tidak melihat ketakutan di wajah mereka. Yang saya lihat adalah sepuluh wanita muda mendekati dewasa — meskipun basah dan menggigil, rambut lengket ke wajah mereka — saling berpegangan tangan, bernyanyi. Ya, bernyanyi. Bersama-sama, kami berdua belas menyanyikan lagu hujan dari Afrika, melihat kilat berkelebat berkali-kali, berdoa kepada Tuhan agar perahu kami mengarah ke pantai. Dan kami merasakannya. Sekarang, sadar, bersama. Saya merasa seolah melihat mereka terbangun, tepat di depan saya, ceria seperti bunga mekar menyambut matahari.

Momen perjalanan favorit apa yang Anda punya? Momen rintangan? Komunitas? Kesakralan? Tidak diketahui? Kegembiraan makanan atau minuman atau teman-teman yang sederhana, menyentuh atau tradisional? Cinta?

Begini beberapa rekan perjalanan menjawab pertanyaan saya itu:

*- Rachel Kristensen, pelajar MatadorU, *www.meandertheworld.tumblr.com

- Katka Lapelosa, editor Matador, www.katkatravels.com

- Michael Bonocore, fotografer wisata, http://www.mb-photography-sf.com/

- Maryanne Wirkkanen, travel blogger, www.unknownhome.wordpress.com

- Carlo Alcos, editor senior, @vagab0nderz, *[vagabonderz.com*](http://t.co/9A3QUWORzR \"http://vagabonderz.com\")

*- @RosaLiaJune, pelajar MatadorU, *http://throughthewardrobe-rosa.blogspot.co.uk/

- Katie Scott Alton, staf penulis Matador, http://katiesaras.wordpress.com/

- Dikson Slam, staf penulis Matador, @diksonslam

- @CandiceWalsh, fakultas Penulisan Wisata, www.candicedoestheworld.com

*- Pat Kennedy Corlin, fotografer, *http://www.PatCorlinPhotography.com

*- Joshua Johnson, Dekan Pendidikan MatadorU, @joshywashinton, *http://joshywashington.wordpress.com/

Artikel ini juga terbit di Matador Network.  Sebagai pusat informasi wisata, budaya dan berita dari seluruh dunia, Matador Network adalah publikasi wisata independen terbesar di internet.




Pinterest Tumblr

Kate Siobhan

Kate Siobhan adalah penulis dan fotografer yang tinggal di Vancouver, ia juga menjadi editor kontributor di Matador dan mengajar kelas fotografi di MatadorU.
Baca Selengkapnya

Kini giliran Anda. Apa kenangan perjalanan favorit Anda?



Bagikan Cerita Anda Instagram

Gunakan hashtag #sandiskstories untuk mendapatkan kesempatan dijadikan unggulan.

Daftarkan diri untuk penawaran spesial!

Dapatkan penawaran khusus dan kiat fotografi dari SanDisk.