#wisata

Trekking ke Dalam Kenangan di Slowakia

Dua Pejalan Kaki Menjelajahi Yang Dibutuhkan untuk Lepas dari Kekhawatiran Sehari-hari di Kehidupan Modern di Pegunungan Utara Slowakia.

Trekking ke Dalam Kenangan di Slowakia

Ini pukul 2 pagi di kota saya di Brno, Republik Ceko, dan kereta api dari Berlin yang seharusnya berada di sini sejam yang lalu baru akan datang dua jam lagi. Saya meratapi kegagalan saya karena ketepatan waktu Jerman yang terkenal dan duduk lantai ruang tunggu yang agak kotor. Penumpang lain minum, tidur, menggerutu.

Sementara saya sedang mengenang—Saya mengingat terakhir pergi ke timur dengan kereta, sepuluh tahun lalu Kami juga menuju Tatras saat itu, tapi selain ingat naik kereta api saya juga ingat pengunungannya—gerbong dengan tempat tidur era Soviet dengan dipan tingkat tiga, semunya coklat, dan tanda dalam berbagai bahasa dunia kecuali Inggris. Salah satu kenangan masa kecil terindah saya adalah berbaring di dipan tengah di tengah malam, mendengarkan dempang kereta memisahkan diri dalam sebuah langsiran kereta dekat perbatasan. Saya bersemangat lagi pergi ke timur.

Beberapa jam kemudian, kereta melintasi perbatasan Slowakia-Republik Ceko—bukan perbatasan yang paling dramatis. Dulu tidak ada semasa CekoSlowakia, dan kini Uni Eropa memberlakukan perbatasan tidak penting, jadi tidak ada kehebohan saat kami berpindah dari Republik Ceko ke Slowakia. Bahkan tidak ada papan tanda, dan di kedua sisi bentang alamnya sama—hijau di sepanjang bukit dipisahkan oleh hutan. Cara untuk menandai peralihannya adalah dari bahasa di rambu stasiun kereta api.

Kami di Poprad, tempat sebagian besar perjalanan ke Tatras dimulai. di mana-mana, perumahan panel fungsional—berderet dengan lempengan semen dan jendela yang berjarak teratur—berdiri kontras dengan pengunungan yang berdiri di atasnya. Stasiun keretanya berdebu dan terkelupas catnya, dan kadang kita dapat melihat sisa-sisa bekas rezim yang belum diruntuhkan—patung-patung tua dan bintang.

Sebuah bus lokal mengantar kami ke desa terakhir di bawah punggung gunung. Seorang pria lokal menggambarkan tiga garis untuk kami di secarik kertas—sebuah peta untuk menunjukkan jalan ke bukit. Kami memakan ransel kami dandan berjalan di jalan tanah setapak melewati pemakaman, melewati gudang kentang di sisi bukit, melewati domba, melalui bukit padang rumput. Ini Slowakia yang saya ingat. Tujuh jam berlalu seolah dalam lamunan, dan kemudian, saat matahari terbenam, kami tiba di punggung bukit, dan tempat penampungan kecil di atasnya. Kita dapat gratis tinggal di sana, dengan catatan kita akan menghormati lingkungan kita.

Kami duduk di lapangan dalam cahaya oranye, dan saya ingat sebuah puisi dari masa kecil, tentang burung putih dan puncak gunung yang hal-hal buruk dari sehari-hari tidak bisa mencapainya Memang sulit menggambarkan saat-saat seperti itu—berada di punggung bukit saat matahari terbenam—tanpa terdengar klise, tapi aku menyimpan rasa itu.

Fajar pagi terasa dingin dan cerah, dan kami merasa bahagia masih hidup di pondok gunung kecil kami. Kami meneruskan pendakian, sampai pegunungan tepat setelah siang dan n berhenti untuk makan siang. Halušky adalah makanan nasional Slowakia: pangsit kentang kecil dilapisi keju domba dan daging, kadang acar kubis. Ini adalah jenis makanan yang Anda makan jika hari Anda melibatkan menggiring domba melewati lereng gunung selama dua belas jam—jika ini tidak rasanya mengenyangkan sekali. Itu tertanam dan tidak bisa hilang. Joanna seorang vegetarian Kanada yang sudah setahun tinggal di Republik Ceko, dan sedikit kewalahan dengan kecenderungan semua orang akan daging dan produk susu di Eropa Tengah. Saya seorang Ceko, lahir dan besar dalam keluarga karnivora Saya benar-benar tidak khawatir.

\"Mereka makan sangat tidak sehat! Mereka harusnya jadi vegetarian!\"

Saya mengangkat bahu dan menyantap sepiring bacon dan domba keju yang masih mengepul. Saya juga dulu pernah dan akan jadi vegetarian, tapi hari saatnya bacon dan keju, dan di saat ini dan di tempat ini, rasanya sudah sepantasnya.

Cuaca di pegunungan sering seperti baling-baling cuaca berputar di luar kendali. Kami sampai di pengunungan di bawah terik matahari, dan kami kembali naik punggung gunung di tengah hujan lebat yang dingin. Kami menghabiskan waktu dengan menemukan aturan kehidupan: \"Jangan mengeluh kecuali jika lucu\" itu bagus, berlaku seketika. \"Meminta persetujuan\" dan \"Membayar denda perpustakaan\" muncul juga, tapi belum perlu segera digunakan.

Saat kami tiba tepat di bawah punggung gunung, badai menghantam, bersamaan dengan hujan es. Kami meringkuk di semak, basah kuyup saat petir memantul dari bukit-bukit di sekitar kami.

Waktu yang terasa berjam-jam, tapi kemungkinan hanya 15 menit, akhirnya petir berhenti, dan kami langsung berlindung ke tempat yang sudah saya nantikan—Stefanikova chata, sebuah pondok gunung di ketinggian 1.740 meter dengan air panas dan dapur lengkap. Semua yang ada di rumah itu digotong berjalan kaki dari lembah. Sebuah plakat di dinding di aula menyatakan bahwa Igor Fabricius, pengurus saat ini pondok, telah menggotong 173.291 kg persediaan dan bahan selama dari 20 tahun di pekerjaannya.

Di luar masih hujan, dan kami menanggalkan kotor, yang basah kuyup, makan wol kering, ransel kami ditinggal di asrama, dan menuju ruang makan umum untuk menikmati borovička (alkohol yang terbuat dari buah juniper) dan pangsit. Ada anjing raksasa berbulu di ruang makan, banyak sekali pria berpakaian pelanel, dan yang mengejutkan seorang juru masak cantik di dapur. Igor mengolok-olok penampilan kami dan wajahnya sedikit bingung, tapi itu wajar saja. Malam ini kami akan tertidur di tempat tidur yang kemungkinan dipangggul Igor naik ke sini.

Kami memesan teh dan membuka peta kumal dan melihat rencana untuk beberapa hari ke depan.  Yang akan meliputi jarak lebih jauh, lebih banyak gubuk, lebih banyak perjalanan kereta, dan kemungkinan lebih banyak hujan. Tapi untuk saat ini, kami berlindung di sini, tempat lain dengan buru putih, yang hal-hal buruk dari sehari-hari tidak bisa mencapainya

 




Pinterest Tumblr

Tereza Jarnikova

Tereza adalah blogger wisata yang bersemangat yang mempelajari matematika dan pepohonan dan berusaha memahami sifat-sifat komparatif dari fungsi dan bentuk.
Baca Selengkapnya

Ke mana tujuan internasional berikutnya ingin Anda jelajahi?



Bagikan Cerita Anda Instagram

Gunakan hashtag #sandiskstories untuk mendapatkan kesempatan dijadikan unggulan.

Daftarkan diri untuk penawaran spesial!

Dapatkan penawaran khusus dan kiat fotografi dari SanDisk.